Click Here For Free Blog Templates!!!
Blogaholic Designs

Pages

Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Jumat, 09 Januari 2015

Tetap Tenang


Selamat Tahun Baru 2015!! 9 hari sudah berlalu sejak perayaan malam tahun baru, bagaimana dengan resolusimu sejauh ini? Apakah sudah berjalan? Atau kah hanya sekedar menjadi wacana seperti tahun sebelumnya? Gue sendiri gak bikin resolusi sama sekali, tapi gue punyak banyak plan yang harus gue lakukan tahun ini. Berdoa semoga Tuhan selalu menyertai langkah kaki gue. Amin.

Seperti luar biasanya, gereja gue sekarang, Glow, dibagikan ayat bagi jemaat-Nya. Tahun ini gue dapat di Maz 62:2-3 seperti yang terlihat digambar diatas. Sejujurnya hati gue takut waktu baca ayat ini. Gue yakin, gereja ga sekedar bagi-bagi begitu saja, tapi juga berdoa agar orang bisa dapat ayat sesuai kebutuhannya. Gue takut, kalau-kalau Tuhan mengijinkan sesuatu tejadi dihidup gue sehingga memastikan gue untuk tetap tenang berada dalam naungan-Nya. 

Tapi kemudian gue tersadar. Bahwa bukan kesana maksud Tuhan memberikan gue ayat ini. Gue sadar banget kalau akhir-akhir ini gue sudah menjadi pribadi yang ga tenang. Gue mengambil keputusan tanpa berpikir dengan panjang apa konsekuensinya. Gue jadi orang yang cepat sekali emosi, hal kecil saja bisa jadi hal yang besar akibat ketidaktenangan gue. Dan gue tau, Tuhan sudah gerah ngeliat tingkah gue.

Mungkin kalau Tuhan bisa dengan gampang menampakkan diri seperti dijaman para Rasul, Dia akan datang nyamperin gue dan suruh gue "duduk". Gue tau banget, diatas sikap tidak tenang ini, terdapat sisi gue yang arogan dan sombong. Lho? kok bisa kesana larinya?.. Iya, gue ngerasa gue bisa ngelakuin ini dan itu tanpa perlu berpikir terlalu banyak. Gue merasa mampu, gue merasa bisa! Apa namanya kalau bukan sombong?. Seketika gue merasa ditampar dengan ayat ini. 

Disaat yang sama di GMS, Ps. Philip Mantofa, berbagi Firman Tuhan soal Kerendahan Hati. Gimana gue gak makin GR kalau Tuhan sampai mengutus hamba-hamba Nya untuk menyatakan maksud Tuhan dalam hidup gue coba?. Gue kembali tersadar bahwa apa yang ada dihidup gue saat ini semua hanya karena Kasih Karunia Tuhan. Bahwa apapun yang gue dapat bukan karena kuat dan gagah gue. Hanya karena gue bisa sesuatu  dan gue sukses karenanya, bukan karena gue hebat dan bukan karena gue layak, tapi karena sudah Tuhan taruh di "meja" gue untuk gue nikmati.

Gue dapat banyak rhema dari khotbah ini, dasar yang kuat buat gue ditahun yang baru ini.



Gue harus tetap tenang dan bersandar penuh pada Tuhan, tentu saja dengan tetap memberikan yang terbaik yang gue bisa. Tapi gue tidak lagi tergesa-gesa, gue butuh duduk dikaki-Nya. Susah? Banget!!. Gue anak pertama dengan watak keras dan sisi dominan yang kuat, hal yang sedikit gak mungkin buat gue merendahkan diri. Untuk itulah gue butuh banget Roh Kudus untuk selalu menuntun kehidup gue, detik demi detik.Cuma kekuatan dari Roh Kudus yang membuat hal-hal yang mustahil menjadi mungkin.

So, let's fight for 2015!!
Kamis, 01 November 2012

Perenungan Saat Liburan - Teluk Kiluan Lampung


Source: here
Tanggal 25 Oktober kemarin saya, Jippu, dan Goyak berangkat menuju ke Teluk Kiluan Lampung dari depan RS. Harapan Indah dan naik bis ke arah Merak. Sebenernya yang merencanakan perjalanan ini adalah Ulfa, tapi sayang Ulfa terkena musibah. Dompet nya dicuri di bis 213 waktu pulang setelah cuti setengah hari dari kantornya. Duhhh.. Semoga gak kena azab yaah kamu pencuri.. Dan karena Ulfa gak jadi ikutan akhirnya saya bilang ke Jippu gimana kalau kita ikut open trip yang ada, singkat cerita kami ikut trip nya Mega yang didapat dari forum Backpacker Indonesia. Tuhan itu baik, selama trip seru ini saya ketemu dan kenalan dengan banyak teman baru, sebut saja Kak Susan, Flora, Magda, Budi, Bang Omar & Tyas,  dann banyaakk lagi.. Gimana gak banyak, ada total 22orang yang ikutan ditambah Will seorang teacher dari Califronia, USA yang kenalan waktu di pulau Kiluannya. Dan semuanyaa seruuu pake banget!!.. 

So, dimanakah letak perenungan yang saya maksud?

Jadi begini, waktu pagi hari kita mau berangkat untuk dolphin hunting hujan turun gedeeee banget, akhirnya kami menunggu sampai hujan agak reda baru perburuan dimulai. Hujan masih tersisa rintik kecil ketika kami berada diatas jukung siap berlayar ketengah samudra demi bertemu dengan mahluk Tuhan yang lucu yang diberi nama lumba-lumba aposeee ... 

Awal waktu naik jukung itu jujur saya merasa kami memilih nahkoda yang salah, gimana enggak. Jukung kami berlayar dengan sangat pelan, sementara jukung-jukung yang lain sudah berada jauh didepan sana. Keadaan saat itu pun membuat saya merasa satu langkah lebih dekat dengan Tuhan. Kenapa? Karena hujan bertambah besar, angin kencang sehingga ombak nya tambah tinggi. Daripada panik dan ketakutan saya memilih untuk bernyanyi, dan apalagi tema nyanyiannya kalau bukan lagu Rohani.. :D Saya ingat sekali lagu "disaat badai bergelora..ku akan terbang bersama-Mu.. Bapa Kau Raja atas s'mesta, ku tenang s'bab Kau Allah ku" Saya nyanyi kan berulang-ulang. Dan benar saja, hilang semua kepanikan dalam diri saya. Saya pun sangat menikmati saat itu, bahkan saat datang ombak gede saya terus saja berteriak "BOOM" dengan penuh semangat. 


Source: here
Lama sekali... Kenapa lumba-lumba nya gak muncul?. Apa mungkin nahkoda membawa kami ke tempat yang salah? Atau karena ini adalah pekerjaannya tiap hari makanya dia malas? Beribu pikiran buruk hinggap dikepala saya dan saya memilih untuk mengacuhkan nya. Saya pun memilih berdoa, bahkan saya bertindak dengan cara yang profetik. Saya mengangkat tangan ke arah laut dan memerintahkan agar lumba-lumba itu segera keluar ke permukaan. Dan benar saja, tiba-tiba didepan kami muncul beberapa ekor lumba-lumba. Namun mereka hanya muncul sebentar kemudian hilang lagi. "Ahh... begitu doang?" gumam saya dalam hati. Saya menempuh belasan jam dari Jakarta agar sampai ditempat ini tapi begitu doang? Tapi kembali saya memilih percaya, bahwa Tuhan tidak akan mengecewakan saya. Saat itu juga nahkoda kami memilih untuk memisahkan diri dari 3 jukung lainnya dan memilih arah yang berbeda dengan yang lain. Sekitar 15menit jukung kami pun serasa benar-benar sendiri ditengah lautan. Tiba-tiba dari lautan saya mendengar bunyi berdecit, saya menyadari itu jelassss sekali. Dan sang nahkoda seperti nya mendengar hal itu, dia kemudian menyuruh kami untuk pasang mata ke arah depan. Benar saja, tak lama setelah itu puluhan lumba-lumba muncul kepermukaan.. Berenang dengan anggunnya bersama kawanannya, bahkan ada yang terlihat seperti sedang menari meloncat-loncat keganjenan. Ada yang muncul dari bawah jukung kami dan berenang kedepan selang-seling.. Ahhh.. Senangnyaaaaa... Dan kamu tahu apa yang bikin hati lebih girang lagi? Mereka lamaaaa banget berenang dsamping kami, si Nahkoda pun mengecilkan mesin motor jukung dan mengikuti arah mereka. Ada sejam kami dipuaskan dengan atraksi lucu mereka. Setelah merasa puas dengan aksi mereka dan mereka lenyap dibawah permukaan air kami pun memilih pulang. Namun apa yang terjadi?? Yakk betul.. Mereka muncul dan muncul lagi!!.. Saya saat itu gak henti-henti berujar "Thanks GOD" "Makasih Tuhan Yesus" saking senang luar biasa ngeliat mereka.

Akhirnya saat itupun benar-benar berakhir, dan jukung benar-benar di arah yang tepat untuk pulang. Kalau kamu ngeh dengan cerita ku pasti kamu tahu perenungan apa yang ada dibenakku saat itu.

Percaya penuh dengan sang Nahkoda
Nahkoda dalam hidup kita adalah Tuhan. Apa yang harus diragukan dengan Dia yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya? Judul nya aja pencipta, Dia lebih tau apa yang menanti kita didepan sana dan yang terbaik buat kita. Kita hanya perlu diam dan duduk di "jukung" dengan tenang dan menikmati pelayaran. Percaya penuh padanya, itu kunci utama! Percaya itu berarti tak boleh ada sedikit pun keraguan tentang apa yang mungkin terjadi. Percaya dalam ke-Kristen-an lebih di kenal dengan ber-Iman.

Iman artinya Percaya tanpa melihat (Yoh 20:29).

Dalam realita hidup setiap hari, kata yang sederhana ini rasanya begitu sulit diterapkan. Orang mulai kehilangan kepercayaan pada Tuhan ketika suatu masalah datang menerpa. Dan mulai mencurigai Tuhan dengan pertanyaan-pertanyaan seperti "kenapa ini terjadi padaku?" atau bahkan yang lebih parah ketika seseorang mulai berujar "Tuhan itu tidak adil". Ya, disaat tertentu dalam hidup seseorang Iman nya benar-benar diuji. Ada yang saat senang dia melupakan Tuhan, dan saat susah dia meragukan Tuhan.

Mari lah mulai belajar penuh pada apa yang sedang dan sanggup untuk Tuhan kerjakan. Membawamu keluar dalam sebuah pencobaan adalah hal termudah yang bisa Tuhan lakukan. Tapi disaat itulah kualitas Iman mu diuji, sungguh kah kamu mempercayai Dia dalam segala aspek hidupmu, dalam setiap hal yang terjadi. Tuhan sudah berjanji dan Dia setia, seperti yang tertulis dalam Ibrani 13:5b:

"Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."

See, jadi untuk apa lagi kita meragukan Tuhan. Gak ada faedah nya sedikitpun. Belajarlah untuk duduk diam dan tenang dalam "perahu", meski gelombang ganas menyerang. Karena Tuhan adalah nahkoda kita akan membawa kita pada air yang tenang.

With love,

Happy Stevany
Selasa, 23 Oktober 2012

Cinta Yang Semula

source

Minggu kemarin seperti hari-hari minggu sebelumnya saya bergereja di Gereja Duta Injil Mall Ambassador Lt.5. Saya mengikuti Ibadah Jam 1 siang bersama sahabat saya Jesli dan temannya Rener. Firman Tuhan siang yang dibagikan siang itu terdapat di Kidung Agung 4:1-6, ya Kitab Kidung Agung yang berisi tentang cinta dan kasih. Siang itu Pak Pdt Lupin (cmiiw) membawa kami untuk merasakan kembali cinta yang dalam pada Bapa dan beliau menjelaskkan bahwa Cinta akan Allah itu ada sebuah Revival. Ketika seseorang mengasihi Allah dengan luarbiasa maka disitulah Kebangunan Rohani yang sesungguhnya. Beliau menambahkan bahwa kebangunan rohani bukan sekedar acara KKR yang sering ada, bukan sekedar acara. Tapi bagaimana hati kita benar-benar bertumbuh dalam cinta yang tak pernah pudar setiap harinya. Pak Pendeta membawakan khotbah siang itu dengan diselingi jokes ringan agar yang jemaat lebih mudah memahami. Karena masih kata beliau, Firman Tuhan yang simple akan dengan mudah diterapkan dan diduplikasi oleh jemaat dalam kehidupan nyata.

Selesai ibadah Rener harus segera menuju BSD untuk menjenguk temannya di Eka Hospital, namun saya dan Jesli masih memilih untuk jalan-jalan dan ngemil cantik. Tapi Firman Tuhan itu benar-benar melonjak di hati saya. Benar kata Pak Pendeta, ketika seseorang mengalami jatuh cinta maka akan terjadi perubahan otoritas. Contoh: Saya adalah orang yang sering begadang, entah buat baca buku atau apapun. Papa sering merasa kesulitan untuk menyuruh saya tidur. Tapi hal itu berbeda ketika saya berpacaran, ketika pacar saya menyuruh saya untuk jangan begadang maka saya pun akan segera tidur tanpa dipaksa. Begitulah dengan cinta kita pada Tuhan seharusnya, ketika hati kita dipenuhi dengan cinta yang mendalam maka tak perlu orang lain menyuruh kita untuk pelayanan kita akan dengan senang hati turun pelayanan. Kala hati kita begitu mencintai Tuhan dan Kekudusannya maka tanpa berpikir panjang pun kita akan menjadi orang yang menjaga kehidupan kita benar di mata Tuhan.

Begitu pulang kami langsung masuk kekamar masing, tak perlu waktu lama untuk bersih-bersih saya sudah ada diposisi yang sangat siap untuk saat teduh.Saya membuka Alkitab dan tetiba menemukan secarik kertas yang berisi pesan-pesan dari temen komsel di ibadah terakhir saya di Pemasa Bahu, Manado. Kesimpulan dari isi pesan mereka agar saya tetap menjadi orang yang kuat, dan radikal dalam kasih saya pada Tuhan. Pikiran dan memori saya flashback ke masa-masa dimana saya awal bertobat. Saya tidak pernah mengeluh tentang pelayanan yang saya jalani, saya melayani sebagai Usher atau penerima tamu waktu di Youth. Sebagai seorang  usher saya harus sudah berada di Gereja 1 jam sebelum ibadah dimulai bahkan 2 jam untuk mengatur warta jemaat, dandan, dan doa sebelum bertugas. Saya melakukan pelayanan tersebut dengan excellent dan gak pernah ada kata keluhan keluar dari hati dan mulut saya. Saat harus menjangkau jiwa, berdoa door to door dirumah orang yang belum pernah saya kenal sebelumnya pun saya lakukan dengan pantang menyerah. Karena di Iman saya ketika satu jiwa bertobat seisi Surga bersukacita. Saat harus datang pertemuan dengan pemimpin saya pun saya tak pernah absent, ingat banget pernah saya menerobos hujan badai untuk bisa sampai diruang meeting Gereja. Pemimpin saya pun senang memiliki anak rohani yang berkomitmen penuh. Ahhh.. Indahnya ketika masih merasakan cinta mula-mula itu.

Setelah lewat beberapa tahun saya tetap mencintai Tuhan Yesus dan kebeneran-Nya, hanya saja memang tak semembara dulu. Seperti yang pernah saya tuliskan dalam tulisan sebelumnya. Bukankah sebuah hubungan itu naik-turun, kadang mesra, kadang hambar. Tapi hati saya tidak kemana-mana, dan saya pun semoga bisa terus bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan. Sehingga bukan sekedar mendengar Firman Tuhan tetapi juga menjadi pelaku sehingga nama Tuhan di permuliakan. Amin

Best regards,

Happy Stevany
Minggu, 21 Oktober 2012

Prinsip Hidup (From Father to Daughter)



Source: here
Banyak yang bilang kalau seorang anak perempuan akan cenderung dekat dengan ayahnya, dan saya termasuk anak yang percaya akan hal itu. Saya bukan hanya sekedar dekat tapi dekaatt sekali, sampai-sampai saya setiap ada masalah apapun setelah curhat sama Bapa di Sorga pasti langsung lari ke Papa. Ketika saya sudah keluar dari rumah untuk merantau sarana komunikasi pun beralih ke handphone. Saya bisa cerita banyak hal sama Papa saya, termasuk ketika putus cinta.. :D Semua saya ceritakan dengan detail dan tanpa pembelaan diri. Satu hal yang bikin saya selalu "kecanduan" untuk curhat sama Papa adalah ketika beliau mendengar keluh kesah saya beliau tidak akan selalu membela saya. Bukan, bukan karena beliau gak sayang. Beliau menjawab dan memberikan solusi sesuai dengan kebutuhan dan bukan apa yang mau saya dengar. Makanya setiap jawaban pun bisa saya terapkan dengan baik dikehidupan nyata. Dan tentu sebagai seorang Papa, beliau sering menyampaikan kalimat-kalimat yang akhirnya menjadi prinsip hidup saya saat ini. Dari sekian banyak dibawah 6 Prinsip yang terus terpatri dalam ingatan (dan terus berusaha di lakukan :D )

1.  Selalu andalakan Tuhan dalam setiap apapun yang terjadi. 

Yupss.. Gw bersyukur punya Papa yang sangat mengenal dan mengasihi Tuhan. Papa saya bukan seorang pendeta tapi beliau memiliki pengenalan yang benar akan Tuhan. Ditambahkan lagi dari kalimatnya kalo saya harus ngandelin Tuhan dan gak boleh bersandar sama manusia, siapapun itu termasuk Papa sendiri. Karena manusia hanya bisa mengecewakan, ibarat akar manusia itu rapuh. Jadi tidak bisa dijadikan tempat untuk berserah. Percaya dan selalu mengandalkan Tuhan, karena Tuhan yang memiliki jiwa kita baik saat hidup maupun meninggal nanti.


2. Pandang selalu kedepan

No, memandang disini bukan tentang masa depan tetapi bagaimana cara kita melihat kehidupan. Pandanglah hidup selalu kedepan, jangan melihat kebawah nanti kita jadi orang yang sombong dan arogan. Pandangan kebawah artinya kita selalu melihat orang-orang yang kehidupannya jauh lebih beruntung dibawah kita. Kalau melihat sedikit diperlukan agar kita memiliki perasaan untuk mengasihi mereka. Jangan juga selalu melihat keatas karena nanti kita akan menjadi orang yang rendah diri, dan menyalahkan Tuhan. Kita akan selalu merasa bahwa Tuhan tidak adil, kenapa dia punya ini dan itu sedangkan saya tidak. Memandang hidup kedepan artinya bersyukur dengan apa yang ada pada kita. Gak perlu merasa sombong karena lebih dari orang lain, atau minder karena ada orang lebih dari kita.

3. Harus Lebih Hebat Dari Orangtua

Tahu kah kamu, kebanggaan terbesar orang tua bukan dengan banyaknya harta atau kekayaan yang dia punya, tapi sampai mana dia bisa membawa anak-anaknya menjadi Pribadi yang mandiri dan sukses. Orang tua yang memiliki anak yang sukses akan bangga dengan anaknya. Hal itu bisa terlihat dari obrolan mereka ketika sedang bertemu dengan koleganya. Mereka bahkan terdengar seperti sedang pamer satu dengan yang lainnya. Saya sendiri termasuk orang yang senang ketika denger boss saya cerita tentang anak-anaknya yang sukses dan tinggal di luar negri. Karena saya paham perasaan nya sebagai seorang ayah yang gak beda jauh dengan Papa saya. Papa saya hanya ber-ijaza SMA, bukan karena beliau gak ingin sekolah tapi karena keadaan ekonomi Opa-Oma saya yang pas-pasan dan harus menyekolahkan 7 orang anak. Meski hanya tamatan SMA tapi Papa saya hebat, pengetahuannya bahkan melebihi yang S1 karena beliau senang membaca ;D Oleh karena itulah, sejak kecil papa saya selalu berkata "Biar Papa susah-susah mo kerja cari doi kasana-kamari yang penting Papa pe anak dua musti skolah tinggi, musti lewat dari Papa. Kalo perlu lewat dari Mama" artinya walau pun Papa susah kerja nyari duit kemana-mana (yg penting halal) kalian anak Papa harus sekolah yang tinggi. Harus lebih dari Papa, kalo bisa lebih dari Mama yang S1. Saat ini Puji TUHAN saya sudah mengikuti dengan baik arahan Papa yang ini. Segala kemuliaan hanya bagi Bapa disurga.

4. Jangan Pamrih

Memberi tanpa mengharap balas jasa itu yang selalu di katakan Papa saya. Dengan kata lain hati harus selalu ikhlas. Ketika kita memberi sesuatu berarti kamu tidak boleh mengharapkan orang yang menerima ber-hutangbudi






5. Jangan Ber-Hutangbudi

"Orang yang punya utang ratusan juta rupiah masih bisa diganti, tapi kalau kamu berhutang budi selamanya akan begitu" Ngerti gak maksudnya? Intinya kenapa gak boleh hutangbudi? Karena seumur hidup kita akan merasa gak enak sama orang lain dan rasanya apa saja yang telah kita lakukan akan terasa gak pernah cukup.

6. Jangan Pernah Melihat Orang Dari Status Sosial

Lagi-lagi ini juga yang sering di nasihatkan Papa saya, dan beliaupun menerapkan itu dalam kehidupannya setiap hari. Kalo kata Papa, orang yang rajin dan suka kerja keras pasti punya masa depan cerah. Jangan menilai orang dari apa yang kelihatan saat ini kalau tidak mau malu dikemudian hari. Pernah suatu kali di kantor Papa ada sepasang kakek-nenek, udah tua renta dan berpakaian sangat sederhana sambil membawa semacam baku nasi. Papa bekerja di dealer mobil, motor, traktor, dan lain sebagainya. Pada saat itu tidak ada satu orang pun yang mau menyapa sepasang kakek-nenek ini, akhirnya Papa berinisiatif. menghampiri mereka sambil menawarkan bantuan. Ternyata kakek-nenek ini hendak membeli traktor untuk mereka pakai disawah mereka. Dan karena kebetulan Papa yang memang meng-handle untuk penjualan traktor langsung menjelaskan panjang-lebar produk-produk yang tersedia. Di akhir pembicaraan kakek-nenek ini langsung setuju pada salah satu jenis traktor dan langsung membeli dua unit, Papa sampai gak percaya. Ternyata yang ada di semacam bakul nasi yang dibawa berisi uang cash puluhan juta rupiah.

Kisah itu semakin menguatkan prinsip Papa, dan saya juga :D


Best regards,

Happy Stevany

Jumat, 06 Juli 2012

God, please comfort me with Your Love.

Beberapa hari ini adalah hari yang sangat emosional buat gw. Banyak hal yang terjadi, sampai hal-hal yang penuh kepahitan dimasa lalu seakan muncul dengan jelas. Setiap kejadian-kejadian masa lalu bagai sebuah mimpi buruk dikehidupan gw saat ini. Yes, gw sudah mengampuni dan gw bahkan sudah melupakan Tapi seakan memori itu tak pernah benar-benar hilang, setiap ada kejadian yang mirip pasti semua kisah masa lalu itu muncul lagi.


Tahun 2006 gw ngalamin kasih Tuhan yang luar biasa, gw di jamah Tuhan hingga gw nangis tersungkur dikaki-Nya dan minta ampun. Gw melepaskan semua akar pahit dihati ini, gw melepaskan pengampuanan pada orang-orang yang udah nyakitin gw, termasuk nyokap biologis gw. Walau sampai detik ini gw gak pernah secara terbuka ngomong sama mereka kalo gw pernah begitu membenci mereka. Malam itu, firman Tuhan yang dibagikan bener-bener terasa di tujukan buat gw, dari awal khotbah disampaikan gw gak berhenti nangis. Hati gw bergejolak, disatu sisi gw pengen banget untuk mengampuni mereka tapi gw terlalu benci untuk melakukannya. Bagaimana gw melupakan orang-orang yang sudah memperlakukan gw secara gak adil, yang ngebully gw sampe mereka puas, bagaimana gw bisa mengampuni nyokap kandung gw yang udah tega ninggalin gw. Gw bahkan belum pernah ketemu dia sampe detik ini. Kemudian gw baca ayat ini dan gw bener-bener hancur dikaki-Nya. 

"Dapatkah seorang Ibu melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tak akan melupakan engkau! Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku" 
Yesaya 49:15-16

source: google images 

Gak perlu penafsiran apa-apa dalam membaca ayat itu, dan gw tau Firman itu di catat untuk ngasih tau gw kalo Tuhan itu benar-benar sayang sama gw. Gak ada syarat.. Nyokap kandung gw boleh ninggalin gw, gw mungkin di tolak sama orang-orang disekitar gw. Tapi Tuhan gak pernah ninggalin gw, Tuhan Yesus terlalu cinta sama gw, sampe-sampe dia melukiskan gw di telapak tangan-Nya. Which is gw sangat berarti di pemandangan mata-Nya. Saat itu gw cuman bisa nangis kar'na bersyukur ada Allah yang sangat mengasihi gw. Gw merasakan 3 pelukan saat itu, yang pertama dari Ci Kiaw Lan yang membagikan firman. Yang kedua dari Mami Nova (leader gw saat itu) dan pelukan ke 3 yang paling hangat dan penuh damai dari Bapa di Surga. Enggak.. Gw gak mengada-ada.. Gw benar-benar merasakan pelukan-Nya saat itu.. Dengan nyata dan jelas. Damai sekali!! Gw gak pernah merasakan ada damai sejahtera melingkupi gw seperti itu sebelumnya. Dan kenapa gw tau itu Tuhan Yesus sendiri? Karena menurut temen gw yang duduk persis di samping gw bilang kalo yang meluk gw malam itu cuma 2 orang. 

6 tahun lalu gw sudah memutuskan untuk melepaskan pengampunan buat mereka yang bersalah sama gw. Maka saat ini pun gw akan melakukan hal yang sama. Gw gak peduli bagaimana cara si jahat untuk menjatuhkan Iman dan percaya gw. Bagaimana situasi dan kondisi akhir-akhir ini benar-benar bawa gw untuk ngalamin lagi hal buruk yang pernah gw terima dulu. Gw gak akan berubah percaya sama Tuhan, Dia Allah yang rela mati di Kayu Salib buat gw. Dia juga Allah yang akan menentramkan hati gw. Gw lebih memilih percaya pada setiap rangcangan-Nya. Memang sampe saat ini gw belum mengalami mujizat bertemu dengan nyokap kandung gw. Gw gak maksa Tuhan untuk mempertemukan kami. Tapi gw tetap mengungkapkan betapa gw rindu dengan Mama Flora, orang yang melahirkan gw. Satu hal yg terus gw minta ketika gw melepaskan pengampunan atas nya adalah, Mama Flora boleh berjumpa dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadinya. Itu yang terpenting buat gw..

Gw gak mengerti apa yang terjadi dalam hidup lu, apa yang lu lewati di masa lalu. Mungkin lu adalah anak yang gak di harapkan, mungkin ortu lu pernah mencoba gugurin elu ketika lu dikandungan. Mungkin lu lahir dalam sebuah kesalahan, entah itu lahir di luar nikah atau apa pun. Gw cuma bisa bilang kalo Tuhan gak pernah salah membentuk elu dan membiarkan  elu hidup. Dia pasti punya rencana yang indah buat lu, jalan hidup yang lu alami memang gak gampang. Tapi bukankah seperti itu sebuah bejana di bentuk? Melewati berbagai proses yang keras mulai dari masih berbentuk tanah liat hingga menjadi bejana indah yang siap di gunakan untuk kemulian-Nya. 

"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." 
Yeremia 29:11

"Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa."  
Yeremia 1:5

Elu boleh terlahir dengan segala macam situasi buruk menimpa elu, tapi elu punya pilihan untuk bangkit dan mengampuni serta melupakan segala kejadian buruk itu. Atau malah terpuruk didalamnya. Ingat lah bahwa di dalam Tuhan ada masa depan cerah menanti. Gw sudah membukti kan itu.


Tuhan Yesus memberkati,


Happy Stevany 


Kamis, 28 Juni 2012

Ketika Bintang membawamu kedalam sebuah palungan


Ko Fuji (Pendeta di Gereja saya) semalam kembali mengingatkan tentang khotbah waktu Natal tahun kemaren. Bagaimana jika Bintang terang yang kita lihat sebagai janji Tuhan itu justru membawa atau mengarahkan kita ke Palungan.

Palungan atau dalam bahasa inggris Manger berasal dari bahasa Perancis yang berarti makan, dalam bahasa Latin adalah Manducare yang berarti untuk mengunyah. Dalam arti jelasnya palungan adalah sebuah box atau wadah, bisa terbuat dari logam, batu ataupun kayu yang digunakan untuk meletakkan makanan hewan, biasanya diletakkan didalam kandang. Didalam Alkitab dijelaskan bagaimana Tuhan Yesus lahir dalam sebuah kandang, dan Maria menaruh-Nya didalam palungan. Sebuah kandang hewan untuk Raja diatas segala Raja? What? Are you kidding me? Mungkin harusnya itulah yang ada dibenak orang Majus saat mendapati bayi Yesus dipalungan. Mereka menempuh perjalanan beribu mil jauhnya mengikuti cahaya bintang timur, berharap untuk bisa bertemu dengan sang raja. Tapi nyatanya mungkin tak sesuai dengan harapan mereka.
Alkitab memang tidak menjelaskan dengan detail bagaimana respon orang-orang Majus tersebut ketika berjumpa dengan Maria Yusuf serta bayinya. Tapi yang saya tau selanjutnya adalah mereka menyerahkan persembahan yang telah mereka bawa. Tidak tercatat adanya keraguan saat mereka memberikan Emas, Kemenyan, dan Mur tersebut.

Di konser Doa semalam jutsru saya bertanya hal itu kepada Tuhan.. “Tuhan, saya sudah mengikuti janji-Mu. Tapi kenapa saya berakhir disini?”
Ada beberapa hal yang membuat saya mengajukan pertanyaan itu kepada Tuhan, yang tak semuanya bisa saya tulis disini.

Saya menganggap kedatangan saya di Jakarta adalah  sebagai batu loncatan agar saya bisa dengan mudah ke USA. Bekerja di VOA adalah cita-cita terbesar dalam hidup saya (tentu ada alasan khusus dibalik itu). Tapi kenapa saya malah stay di Jakarta ini?? Dan semakin kesini bintang itu terlihat makin meredup. Seperti tidak ada lagi harapan untuk saya kesana. Selain untuk bekerja, saya juga punya mimpi untuk mendapatkan gelar MBA di sana, walau akhirnya saya mendapat MM disini (Tuhan tau saya sangat bersyukur atas itu). Sejak kecil saya dikenal sebagai anak yang penuh dengan mimpi-mimpi besar, sampai-sampai Mama saya harus berulang kali mengingatkan agar tidak terlalu hidup dalam mimpi itu. Karena saya hanya akan menelan kekecewaan ketika mimpi itu tak terwujud. Ngomongin soal mimpi, ini bukan yang pertama. Saya pernah membahas mimpi di sini

Namun satu hal yang tetap saya pegang sampai hari ini adalah, saya tau saya bisa percaya penuh pada Allah yang memberikan or at least mengijinkan saya untuk memiliki mimp. Karena mimpilah saya bisa ada diposisi dimana saya berada sekarang. Dan someday, kalaupun mimpi itu memang tak pernah terwujud. Saya tetap percaya bahwa Allah saya tau segala yang terbaik yang bisa terjadi dalam hidup saya. Sama seperti palungan yang tidak mengubah 1 fakta pun tentang Tuhan Yesus yang terlahir sebagai Raja diatas segala Raja. Demikian juga keadaan saat ini tidak akan merubah bahwa janji Tuhan atas hidupku akan digenapi.


Tuhan Yesus memberkati,

Happy Stevany 
Minggu, 12 Februari 2012

Tetap Setia (Live as Jesus lived)

"T'lah ku lihat kebaikan-Mu, yang tak pernah habis dihidupku...
Ku berjuang sampai akhirnya.
Kau dapati aku tetap Setia"...

Lagu ini sedang sangat me-rhema dihidup saya beberapa minggu terakhir ini. Terutama ketika saya menyelesaikan seminar proposal Thesis saya. Tiba-tiba air mata tak berhenti membasahi pipi ini, begitu pun dengan mulut ini tak berhenti mengucap syukur atas Kasih Tuhan yang luar biasa. Jika saya flashback kehidupan saya, mulai ketika saya lahir hingga saat ini.. Hidup saya dipenuhi dengan kemurahan-kemurahan Tuhan yang tak pernah berhenti. Kisah hidup saya sering dibilang sahabat2 karib saya yang seperti kisah-kisah yang terjadi di Sinetron. Sungguh dramatis, penuh perjuangan, dan sangat tidak mudah.. But hey, saya berdiri sampai hari ini benar-benar karena Tuhan sayang dan cinta sama saya. Benar setiap orang punya cerita, setiap orang dipercayakan hal yang berbeda. Namun tetap saja, saya mengucap syukur untuk semua yang Tuhan kasih.

Dengan apa kah kan ku balas kasih setia-Mu ya Allah?? Sedangkan semua yang ku punya semua milik-Mu, semua dan tanpa terkecuali.. Then the Holy Spirit whispered me this sentences : "Live as Jesus lived"..



I was shock at that moment... Hidup sama seperti Tuhan Yesus hidup?? Bagaimana bisa? Tuhan Yesus kan ngajarin "Kalo orang tampar pipi kiri, maka berikan pipi kanan juga"... Dan banyak hal radikal lainnya yang sangat bertentangan dengan apa yang dunia ajarkan. Saya manusia yang masih sering labil dan galau, hari ini on fire besok redup.. Bagaimana bisa? Lalu saya ingat, saat sebelum Tuhan Yesus naik ke Surga.. Dia mengirimkan Roh Kudus untuk tinggal dalam hidup manusia, untuk menolong setiap manusia. Roh Kudus pula yang telah ingatkan saya banyak hal.. Termasuk kalimat diatas tadi...

Ketika banyak hal terjadi diluar kemampuan saya sebagai manusia, ada Roh Kudus mengingatkan dan menguatkan saya.. Ketika saya disalah mengerti oleh orang lain Roh Kudus mengingatkan bagaimana Tuhan Yesus meresponi hal itu.. Adakah Tuhan membela diri-Nya sendiri dihadapan orang-orang yang mencemooh dan menghakimi Dia dengan seenaknya? Tidak, yang Tuhan lakukan adalah tetap mengasihi.. Sampai ada satu doa yang sangat terkenal yang diucapkan Tuhan Yesus yaitu "Ampunilah mereka ya Bapa, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat"... Yesus tetap setia pada setiap rencana Allah dalam hidup-Nya. Bahkan sampai detik ini pun masih banyak orang yang tidak menerima Dia.

Saya sangat diberkati dengan kalimat yang sering saya dengar terucap dari banyak hamba-hamba Tuhan : Kekristenan bukan Agama, karena Agama adalah suatu lembaga yang diciptakan manusia untuk mendekatkan mereka dengan tuhan nya.. Sedangkan Kekristenan lebih berbicara tentang gaya hidup kita sebagai Pengikut Kristus. Kekristenan adalah cara Allah mendekatkan diri kepada manusia. Sampai Dia rela memberikan Anak-Nya yang tunggal turun kebumi ini, agar setiap kita tidak mati dalam kebinasaan namun memperoleh kehidupan yang kekal.

Selidiki aku Tuhan, selidi hatiku.. Apa kah benar aku mengasihi-Mu? Apakah standar kasih saya sama seperti yang Engkau ingini? Karena Engkau lah yang Maha mengetahui kedalaman hati ini. Hanya Engkau Tuhan.. Karena gak ada satu pun yang tersembunyi dari hadapan-Mu... Ajar aku setia sampai akhir ya Bapa.. Happy akan berjuang!

Tuhan Yesus memberkati

Masalah adalah Bukti Kasih Tuhan

Malam hari ini saya mendengar kesaksian dari seorang sahabat saya yang sangat saya kasihi. Betapa bulan-bulan belakangan menuju Hari Pernikahannya, Tuhan mengijinkan banyak sekali persoalan menimpa dia dan calon suaminya. Sampai sepanjang pembicaraan kami melalui telephone dipenuhi dengan ucapan syukur saya karena begitu besar kasih Tuhan atas hidupnya. 

Sampai disatu titik saya sadar, Tuhan buat dia berbicara dengan saya dengan sebuah alasan... Untuk mengingatkan saya betapa besar Kasih dan anugerah yang sudah dan akan terus Dia berikan dalam kehidupan saya. Betapa Tuhan menyertai kita anak2-Nya yang Dia kasihi. Tak ada satupun persoalan yang akan menimpa kita kalau tanpa seijin-Nya. Dan satu hal yang pasti yang yang sudah ditegaskan pula oleh Alkitab,

Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang TIDAK melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” (1 Korintus 10:13)

Saat ketika saya mengetik blog ini pun saya sebagai manusia pasti sedang diijinkan Tuhan mengalami masalah dan cobaan. Namun ada satu hal yang dari dulu selalu saya percaya adalah bahwa ketika segala sesuatu terjadi berarti Tuhan sedang ingin "bermanja-manja" dengan hidup saya. Ketika masalah terjadi saya tidak punya penolong lain selain Tuhan Yesus, maka saya pasti akan mencari-Nya. Jam-jam doa, semangat dalam membaca Firman Tuhan tentu akan semakin bergairah karena saya mengharapkan pertolongan-Nya ada disaat yang tepat. 

Tuhan sudah membuktikan Kasih-Nya dengan rela mati diatas kayu salib demi dosa saya. Masa sih untuk setiap masalah yang terjadi Dia tidak tolong saya? Sama seperti papa saya di bumi yang tidak rela mendengar anaknya di rantau mengalami kesulitan, begitu pula Papa saya di Surga. 

Jangan pernah menyerah, pencobaan kita ini hanyalah pencobaan biasa. Kalau Tuhan masih memberikan berarti Dia mengasihi kita dan berarti kita kuat menghadapi semua itu.


Tuhan Yesus memberkati!!!

Senin, 02 Januari 2012

2012 - The Year of God's Favor

Selamat Tahun baru buat kita semua..

Puji Tuhan masih diberi nafas kehidupan untuk dapat bertemu lagi dengan tahun yang baru. Gimana acara taun baru nya? Seru gak? Kalau saya seruuu sekaliii... No fireworks... No petasan.. Dan tidak ada kemeriahan lainnya seperti yang biasanya. Bersyukur tahun ini saya dan teman-teman memiliki acara di Gereja. Dan inti dari acara kami adalah, Mendahulukan Tuhan ditahun yang baru.

Sharing oleh Saudara Fiter (sorry kalo typo), yang diambil dalam Ulangan 28:2 tentang mendengarkan Suara Tuhan..

Nah apa yg harus dilakukan??

1. Menulis Visi, Habakuk 2;2.
Kita harus menulis secara detail setiap mimpi kita, agar hal itu bisa membuat kita semakin hidup. Dan kita memiliki tujuan untuk setiap hal yang kita kerjakan.

2. Kantung Anggur yang Baru.
Sediakan kantung anggur yg baru untuk setiap visi yang kita terima ditahun yang baru ini..

3. Lumbung.
Lmbung berbicara tentang kapasitas kita. Sediakan lumbung yg besar dan baru buat Tuhan.


Indah sekali bisa menghabiskan malam tahun baru bersama teman-teman se-Iman..


Tuhan Yesus memberkati..


Kamis, 01 Desember 2011

Meragukan Tuhan



Pernah gak sih waktu kecil kita merasa kecewa dengan orang tua kita? Seakan mereka tak pernah tau apa yang kita mau. Apa yang salah dengan memegang pisau? Bukankah Mama senang sekali bermain dengan pisau didapur? Lalu kenapa saya gak boleh memegang korek api? Kan percikan yang dihasilkan seperti kembang ditaman... Dan banyak pertanyaan lainnya yang selalu kita ujarkan segala sesuatu tak menjadi seperti kemauan kita. Didetik itu bahkan kita akan bertanya, Mama dan Papa beneran sayang apa enggak yah sama saya?.. Dan banyak keraguan lainnya. Namun seiring waktu berjalan kita menjadi tau apa maksud dan tujuan Orang Tua kita sebenernya dengan segala larangan-larangan saat kita masih kanak-kanak. 

Meragukan Tuhan.. Kata-kata ini menjadi rhema saat teduh saya menggunakan buku Before 30 diminggu ke 8 hari pertama. Dari sekian banyak kata yang tersusun rapi, saya berhenti dikata ini: Peperangan yang sesungguhnya adalah melawan keraguan kepada Tuhan. Israel sebagai umat Pilihan Tuhan tentu sangat dikasihi Tuhan, begitu banya kasih dan anugerah yang telah diterima bangsa ini. Mujizat demi mujizat terjadi untuk membuktikan betapa besar kasih sayang Tuhan untuk mereka. Tapi ternyata timbal balik yang dilakukan bangsa Israel malah menyakiti hati Tuhan. Mereka bukan menyembah Allah yang telah menyertai mereka, mereka malah berpaling kepada nabi Baal. Hingga nabi Elia demi menyelamatkan bangsa Israel berdiri dan menantang ratusan nabi baal ini. Yup.. Tak cukup satu, tapi ratusan. 

Bukankah itu yang terjadi dalam kehidupan saya? Hanya bedanya saya tak sampai menyembah kepada dewa lain.. Yah secara sadar.. Saya mengalami begitu banya berkat-berkat penyertaan dalam kehidupan saya. Tapi ada berbagai hal saya masih sangat meragukan Tuhan. Kemudian saya tersentak dengan kalimat yg berbunyi, ngapain kamu dibebankan dengan pemikiran-pemikiran yang sungguh tidak perlu?.. Kalau Tuhan berkata segala sesuatu yang ada untuk kebaikanmu, percayalah. Toh kamu tidak menyembah Tuhan yang salah... Allah tetap sama dulu, sekarang, dan selamanya.. Jangan hanya berhenti pada setiap aturan yang telah Dia buat dalam hidup kita. Percayalah segala sesuatu dilakukan untuk kebaikan kita.


Tuhan Yesus memberkati,


Happy Stevany

^ Tuhan dihidupku ^

Hari ini adalah hari ketiga minggu ke 7 dalam perenungan Before 30, yang memiliki judul "Mengalami Jamahan Tuhan". Renungan minggu ini bercerita tentang seorang wanita Narwastu yang penuh dosa, yang berani meminyaki, membasuh, dan bahkan mencium  kaki Yesus.

Apa yang sebenernya dia rasakan tentang Tuhan Yesus sampai berlaku sedemikian indahnya sama Tuhan? Sehebat apa sih dia, sampai kisahnya bisa tercatat dalam Alkitab? Sebenarnya apa sih prinsip hidup yang dapat diambil dari wanita Narwastu ini? 

Lihat ceritanya dalam Lukas 7:36-50 dengan perikop "Yesus diurapi oleh perempuan berdosa". 

Wanita ini adalah seorang pendosa, dan hal itu bahkan telah menjadi rahasia umum bagi semua masyarakat dikotanya. Tentu dengan perasaan seperti ini dia akan lebih memilih diam dirumah dan tidak menampakkan diri ditengah keramaian. Dia tentu tau, ketika dengan beraninya dia muncul dihadapan orang lain pasti suara-suara penuh cemooh, cacian, dan makian akan  terdengar jelas ditelinganya. Namun dia menunjukkan keberanian itu disaat yang tepat. Disaat dia mendengar bahwa Yesus diundang dirumah seorang Farisi. Dengan penuh perasaa bersalah teramat dalam dia datang kerumah, tempat dimana Tuhan Yesus diundang makan. Dengan penuh iman dia mendekati kaki Yesus lalu membahasihnya dengan air matanya, dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi yang sudah dia bawa. Melihat perbuatan itu tuan rumah atau orang Farisi ini berkata dalam hatinya, coba aja kalo Tuhan tau siapa wanita yang lagi nyiumin kakinya, dia kan wanita berdosa......

Dan tiba-tiba saya sadar, kadang saya menjadi seperti orang Farisi ini. Ketika melihat orang lain melakukan kesalahan saya akan dengan gampangnya mengeluarkan statement-2 yang menjatuhkan. Memilih untuk skeptis ketika orang yg menurut saya nakal, gak bener, dan hal2 negatif lainnya melakukan sebuah kebaikan. Terlebih kebaikan itu untuk Tuhan. Contoh kalimat yang sering terlontar dari bibir saya adalah: "Ahh apaan, muna banget sih jadi orang.. Mending bener hidupnya, tar lagi juga jatuh lagi, bikin dosa lagi..." 
Dann heyyy.. Saya berasa ditampar oleh Firman Tuhan malam ini, sesuci itukah hidup saya sampai saya merasa punya hak untuk men-judge orang? Tuhan saja yang melihat perbuatan wanita itu merasa tersentuh hati-Nya.. Kenapa saya tidak bisa memiliki cara pandang Tuhan?.. Imannya yang begitu besar sanggup membawa wanita ini melawan semua rasa malu, takut, dan intimidasi orang lain untuk bisa sampai dekat kepada kaki Tuhan. 

Dulu saya pernah mendapat nasehat dari Papa saya, nasehat yang sangat simple.. "Py, jangan pernah kamu menjadi orang yang sombong dalam hal-hal rohani". Kemudian saya berpikir, sombong rohani? Maksudnya apa? Memangnya ada? Bukannya kata Tuhan gak boleh sombong? Kenapa trus tiba-tiba ada kalimat jangan sombong rohani??.. Dengan kesadaran saya diatas baru saya tau apa maksud dari wejangan Papa itu. Yahh.. Saya sudah menjadi orang yang sombong rohani. Saya merasa saya sudah mengerti benar dengan apa isi dari Firman Tuhan. Saya tau dosa-dosa saya telah diampuni. Saya tau banyak tentang isi hati Tuhan.. Apakah itu semua salah? Tentunya tidak, akan menjadi salah apabila dengan semua anugerah itu saya merasa lebih benar dari orang lain, dan orang lain jauhh lebih berdosa daripada saya. Sehingga membuat saya dengan mudahnya menilai kesalahan orang lain dengan sangat mudah. 

Sebagai orang yang telah terlebih dahulu merasakan berkat pengampunan Tuhan, saya dan saudara harusnya menjadi orang-orang yang membantu mereka yang terhilang untuk dapat kembali menemukan kasih Bapa.. Bertemu dengan Tuhan Yesus yang penuh kasih.. Karena didalam Tuhan ada Pengampunan, Penghiburan, dan Pemulihan bagi setiap jiwa yang haus dan lapar akan Hadirat-Nya. 

Remember: Orang yang diampuni banyak cintanya sama Tuhan akan banyak. Orang yang diampuni sedikit pasti cintanya juga akan sedikit.

Tuhan Yesus memberkati,

Happy Stevany


Jumat, 18 November 2011

Inspiring by Yusuf



Waktu disekolah minggu kita sering diceritakan oleh kakak-kakak yang ngajar tentang sebuah cerita mengenai seorang Yusuf. Tentang bagaimana dia tetap memegang setiap mimpi yang sudah dia dapatkan dari Tuhan. Meski karena mimpi-mimpi besarnya dia dibuang oleh kakaknya, dia ketemu sama yang namanya tante Potifar, sampai dia dibuang ke penjara dan akhirnya dengan kesetiaannya Yusuf berhasil menjadi orang yang memerintah ditanah mesir.

Seberapa sering kita bermimpi tentang masa depan? Untuk saya sering. Bahkan waktu kecil menurut orang tua saya, saya adalah anak yang penuh dengan mimpi dan bayangan akan masa depan. Bahkan mereka sering mengingatkan saya untuk tidak terlalu tinggi dalam bermimpi, takutnya kecewa. Kemudian saya berpikir, apa yang salah dengan mimpi? toh mimpi tidak membuat kita mengeluarkan uang sepeserpun. Dan bisa saya bilang bahwa mimpi-mimpi itulah yang telah membawa saya sejauh ini, dan berkat pertolongan Tuhan tentunya karena tanpa Tuhan saya tidak bisa melakukan apapun. Mimpi hanya akan berakhir menjadi mimpi sampai kita bangun dan bertindak. Banyak kekecewaan terjadi karena tidak adanya usaha untuk membuat hal itu jadi nyata.  Dan untuk itu semua tentu ada proses yang akan kita lewati.

Berbicara tentang mimpi, tentu kita tau bersama (bagi yang sering nonton infotainment) buat seorang Agnes Monica Go International adalah mimpi terbesarnya. Dia melakukan segala usaha yang terbaik yang dia bisa untuk meraih mimpinya. Pernah suatu kali dalam sebuah wawancara beberapa tahun lalu kepada pers dia memberikan statement yang kurang lebih berbunyi seperti ini, "kata siapa hidup itu berputar? Hidup itu seperti anak tangga. Terus membawa kita terus naik, mungkin kadang terlihat seperti turun. Tapi sesungguhnya saat itu saya sedang diam dan menyiapkan ancang-ancang untuk naik lebih tinggi lagi". Saya sangat setuju dengan pernyataan itu. Jika kita kembali kepada cerita Yusuf, bukankah terlihat hidupnya sepeti naik turun. Bila saya menjadi seorang Yusuf mungkin saya sudah memilih menyerah dan kembali hidup seperti biasa, hidup seperti slogan kebanyakan orang "mengalir". Tapi jika kita mau merenungi lebih lagi, sebenarnya dipemandangan mata Tuhan Yusuf tidak sedang mengalami naik turun, melainkan terus naik. Jika dia tidak dibuang oleh kakak-kakaknya belum tentu dia bisa bertemu dengan Potifar, dan kita tidak akan mendengar kisahnya digoda oleh istri Potifar. Jika Yusuf tidak difitnah dan akhirnya dijebloskan ke penjara, belum tentu dia bisa naik menjadi penguasa Mesir karena telah berhasil menterjemahkan mimpi dari Firaun.

Apa yang dilakukan Yusuf sungguh luar biasa dan meninggalkan prinsip yang dapat kita ikuti. Yakni percaya penuh kepada Tuhan. Bukankah jelas dalam Firman-Nya yang berbunyi "Seperti tingginya langit dari bumi demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu" - Yes 55:9, yang berarti bahwa Tuhan sudah merancang kehidupan kita sedemikian rupa untuk membawa kita terus naik dan bukan turun. Yusuf percaya penuh pada Tuhan atas semua mimpi-mimpinya, bahkan tidak ada ayat yg berbunyi kalo dia marah pada Tuhan atas semua yang terjadi. Saat dia difitnah dia memilih diam dan tidak membela diri. Ketia dia dipenjara dia melakukan semuanya dengan baik sampai dia dipercaya oleh kepala penjara untuk melaksanakan segala tugas. Bahkan Yusuf bisa bebas keluar masuk penjara karena tugasnya itu. Apakah Yusuf menyerah dengan mimpinya? Tidak! Bahkan respon yang dihasilkan Yusuf sangat hebat buat saya pribadi, Dia tidak sama sekali membenci saudaranya saat mereka datang padanya. Dia bahkan melakukan berbagai cara agar saudaranya bisa berkumpul diMesir. Sungguh suatu teladan Iman yang luar biasa untuk diikuti.


Tuhan Yesus Memberkati,


Love,
Happy Stevany

Before 30 Discipleship

Before 30 Discipleship adalah sebuah buku yang berisi renungan harian yang terdiri dari 10 minggu. Setiap minggunya memiliki tema yang berbeda. Buku Before 30 Discipleship ini ditulis oleh empat orang hebat yang terdiri dari Ps. Philip Mantofa, BRE, Ps. Mulyadi Budiyanto, MA, Robert Kusnadi, Bsc, dan Maria Lusiana, S.S. Renungan ini bisa dibilang adalah hasil perenenungan mereka selama bertahun-tahun mengikut Tuhan. Sehingga lewat buku ini kita akan mendapati banyak sekali prinsip hidup yang dapat kita ikuti dan terapkan dalam kehidupan kita pribadi. Masing-masing chapter or week nya adalah:

1. AN ORDINARY MAN
2. I SEE JESUS!
3. A MAN OF ONE BOOK
4. HEAVEN CALLS MY NAME
5. HEART OF REVIVALIST
6. ONE LOVE UNTIL THE END
7. INTIMACY WITH GOD
8. MANTLE OF POWER
9. SPIRITUAL FATHERHOOD
10. MANY REVIVALS ONE VISION

                                                         

Disetiap minggunya selalu bercerita tentang tokoh- tokoh Alkitab yang berbeda. Sungguh sebuah buku yang sangat membangkitkan iman saya sebagai seorang pengikut Tuhan Yesus. Dari setiap kata yang tertulis mampu mengubah setiap paradigma lama yang telah ada dalam benak saya.

Terkadang karena kesibukan saya beberapa kali melewati setiap perenungan yang ada. Namun selalu tetap ingin bisa merenungi setiap pembahasan yang ada. Buku ini seakan mengingatkan, dan bahkan mengembalikan cinta mula-mula saya pada Tuhan. Teringat pertobatan awal saya pada tahun 2006 yang secara total mengubah hidup saya, meski memang diakui disaat-saat itu kehidupan lama saya seolah tak mau melepas saya dari jeratannya. Tapi selalu ada tangan sahabat-sahabat dan para pemimpinku yang mampu buat saya lepas dari itu semua. Dengan cinta yang masih membara dihati saya terus melayani Tuhan. Tiada hari tanpa doa dan saat teduh. Namun terkadang bara itu mulai padam ketika mulai diperhadapkan dengan berbagai kesibukan kita didunia sekuler. Dan itulah yang terjadi pada saya. Tetapi Puji Tuhan, tidak selamanya orang benar akan dbiarkan. Tuhan saya begitu kreatif, Dia melakukan berbagai cara lewat apa saja untuk membawa saya kembali pada cinta itu. Salah satunya lewat buku ini. Saya sangat diberkati. Dan pasti anda juga bisa mendapatkan berkat-berkat itu.